Senin, 24 Februari 2014

Intip Cerita Musra Kita




Eh eh sssssttt...
Sudah pada tahu belum kalau pada hari minggu kemarin tepatnya tanggal 23 februari 2014 Bo. Pers. PUBLISHIA mengadakan Musra alias Musyawarah Raya?
Ehmm.. kok masih geleng-geleng kepala?
Sepertinya masih belum banyak yang tahu nih ya kalo minggu kemarin adalah hari keramat Bo. Pers. PUBLISHIA kita ini. Mau tahu lebih banyak? Okedeh redaksi kasih bocorannya nih. Cekidott..
Well, atas beberapa rapat internal dan global yang telah digelar, akhirnya ditentukanlah tanggal 23 februari kemarin sebagai hari pemilihan Pemimpin Umum Bo. Pers. PUBLISHIA. Musra ini diadakan di gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat, tepatnya di aula kita tercinta. Usut punya usut Musra ini mengundang sejumlah perwakilan dari setiap organisasi mahasiswa dan tiap angkatan yang jika ditotal berjumlah 64 orang. Disana juga telah hadir beberapa punggawa tertinggi Bo. Pers. PUBLISHIA, ada Pemimpin Umum kita  Harun Al Rasyid 2010, dan Pemimpin Redaksi kita Herman Brawijaya 2011.
Karena beberapa kendala, Musra pun mengaret hingga pukul 09.45 WIB dari yang dijadwalkan pukul 08.00 WIB. Peserta Musra pun hanya berjumlah 22 orang dikarenakan ketidak hadiran beberapa orang perwakilan dari ormawa dan angkatan. Salah satu perwakilan ormawa yang hadir disana adalah Ketua Umum BKM Adz-Zikra Iwan Putra Jingga 2012. Hadir juga Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa FKM Unsri sebagai perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa FKM Unsri.
Setelah dibuka dengan tilawah, Musra pun berjalan dengan dipimpin oleh Pimpinan Sidang Pengantar 1 Harun Al Rasyid dan Pimpinan Sidang Pengantar 2 Ridho Sopiyan Hadi,duduk juga disana notulen Ria Puspita Sari. Awalnya sidang berjalan aman dan lancar, namun seiring berjalannya waktu suasana sidang pun menegang karena perbedaan pendapat yang mengharuskan peserta sidang yang notabene pengaju opsi melakukan lobi. Namun setelah melakukan lobi,sidangpun berjalan lancar kembali dengan beberapa ketukan palu dari Pindangtar 1. Sebagai Pindangtar 2, Ridho Sopiyan Hadi juga terlihat mengajukan beberapa opsi guna terciptanya  Musra yang mufakat. Setelah pembahasan draft acara,draft mekanisme pemilihan Presidium sidang dan draft mekanisme pemilihan Pemimpin Umum, lalu terpilihlah Herman Brawijaya sebagai Presidium 1 dan Desy Indah Permata Sari sebagai Presidium 2.
Setelah mufakat yang cukup alot terpilihlah tiga orang calon Pemimpin Umum, yaitu Fitroh Amalia Putri dan Vera Anggraini sebagai perwakilan angkatan 2011 dan Desy Fitriani sebagai perwakilan angkatan 2012. Setelah terpilihnya ketiga calon Pemum tersebut, calon-calon yang terpilih diasingkan keluar dari aula guna berjalannya sidang mufakat pemilihan Pemum Bo. Pers. PUBLISHIA. Dan setelah mendekati senja hari sekitar pukul 16.54, Innalillahi terpilihlah Fitroh Amalia Putri perwakilan angkatan 2011 sebagai Pemimpin Umum Bo. Pers. PUBLISHIA.
Harapannya semoga dibawah pemimpin yang baru ini, Bo. Pers. PUBLISHIA menjadi lembaga pers mahasiswa yang dapat menguak kebenaran dengan jujur, semakin tajam menguliti fakta dan pergolakan di kampus, dan semakin berdikari atas karya yang dipersembahkan. Amiin.
Hidup Pers Mahasiswa!!!
Era S. (aeririana) 2012

Jumat, 14 Februari 2014

Fakta dan Hal Unik Politik Dalam Negeri,Bongkar atau Diamkan?



Pernah mendengar kisah lama para pemimpin negeri diujung tanduk kita?
Mungkin ada yang pernah merasa penasaran atau bertanya-tanya, kenapa dengan pasangan pemimpin ini dan itu yang berpisah pada akhir masa jabatan. Dan “sahabat lama” yang berpisah itupun kembali mengikuti sayembara untuk berada di puncak tertinggi kuasa negeri.
Kenapa?
Para pemimpin negeri kita tercinta ini sepertinya sudah dilanda kekalutan. Kekalutan atas diri sendiridan desakan dari kaum hedonis teratas negeri. Buktinya, dalam skala dekade puluhan tahun negara yang kita diami ini tidak pernah melahirkan kemajuan yang berarti dan signifikan. Setelah itu, dalam cakupan lima tahunan para pengusaha, pengamat politisi terkenal, atau orang-orang yang selama ini berada dibalik tabir hitam mengusung dan menyanjungkan beberapa nama calon pemimpin negara. Dibalik kerasnya dan kemunafikkan permainan politik dalam negeri, saya hanya ingin mengusung fakta dan hal unik yang melanda negeri. Untuk lebih jelasnya, monggo dibaca:

1.     Kultural

Ada apa sih dengan kultural kita?

Ehmm, katanya negeri kita satu bhineka tunggal ika, tapi mengapa harus ada pembahasan kultural disini? Kenapa saya terkesan rasis?.
Bukan, sebenarnya bukan rasis ataupun membanding-bandingkan budaya satu dengan yang lain ataupun mengungkit-ungkit kejelekan dan kebaikan budaya lainnya.
Saya menyebutkan kultural sebagai tolak ukur watak yang akan mempengaruhi seseorang dalam kecepatan, dan penimbangan dalam pengambilan keputusan. Mengambil keputusan sangat penting bagi seorang pemimpin,karena pada keputusan itulah negara kita bergantung. Akan lebih baik atau lebih burukkah nasib kita jika mematuhi keputusan tersebut. Jadi, mengusung beberapa teori psikologi tentang empat watak manusia yang melankolis,koleris,sanguinis dan pragmatis ataupun gabungan dua diantara empat watak tersebut.Saya menyimpulkan bahwa ada keterkaitan antara watak seseorang yang didapatkan dari kultur lingkungan dimana dia tinggal dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
Sebagai contoh dalam kasus presiden kita yang sekarang menjabat, bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada tahun 2004 silam, ia terpilih memimpin negeri ini dengan wakilnya yaitu bapak Jusuf Kala. Yang pertama kali terlintas dibenak saya adalah bahwa kompilasi duet antara kedua orang ini menarik.
Karena,bapak SBY sebagai “tiang jawi asli” (orang jawa asli,red.) yaitu suku dengan keramah-tamahan,lilo legowo(berlapang dada),sikap penerimaan,serta berhati-hati dalam bertindak dan berpikir berulang-ulang dalam pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah.
Dan satunya bapak JK sebagai orang makassar yang terkenal dengan sikap ceplas-ceplos, cepat merespons,berani mengambil resiko,dan tidak terlalu sering berulang-ulang dan berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk pemecahan masalah.
Nah, dapat dimengerti disini jika saya menjabarkan bahwa kedua karakter yang dipasangkan diatas merupakan gabungan budaya yang unik. SBY dengan segala ketenangannya menyikapi suatu masalah merupakan pengerem bagi JK yang notabene selalu tampil atraktif dan cepat dalam pengambilan keputusan. Jadi ada yang menjadi kompor untuk memasifkan kegiatan diranah politik tingkat atas dan ada yang menjadi air untuk meredam sejenak kepanasan yang ditimbulkan. Bisa dibayangkan bukan betapa sempurnanya sosok pemimpin negeri ini jika mereka sukses berduet dalam panggung politik negeri nan megah itu?
Sayang beribu sayang, JK dengan segala program yang ia buat seperti pengalihan bahan bakar masak minyak tanah dengan gas dan program-program cemerlang yang lain yang mengandung resiko tinggi tapi bisa mencapai kesuksesan dengan keberhasilan program yang dicanangkan,mengajukan pengunduran diri sebagai pasangan SBY pada akhir masa jabatan. JK lebih memilih maju kembali kepanggung politik dengan pasangan duet yang lain,yang ia nilai lebih bekerja cepat dan efisien seperti dirinya.
Pada tahun 2009, pemilu pun diadakan kembali dengan peserta yang sudah dikenal nama-namanya seantero negeri. Disana,duduk pasangan SBY dengan Boediono yang keluar sebagai pemenang kompetisi politik lima tahunan itu. Dan saya cukup terkejut dengan terpilihnya Boediono sebagai pasangan SBY menggantikan JK. Didalam hati saya, saya cukup kecewa karena notabene bapak Boediono adalah seorang rektor(dosen) dalam artian seorang saintis, ditambah dengan bapak Boediono sebagai orang jawa asli yang mana sama dengan SBY. Jadi sekarang pemimpin negeri ini adalah dua orang pengerem sejati. Tidak ada langkah cepat mengambil keputusan. Tidak ada kebijakan pengubahan yang menjadi penggebrak berubahnya negeri. Meskipun tahu kebijakan tersebut beresiko tinggi dan mempunyai presentase yang gemilang jika kebijakan tersebut berhasil dicanangkan. Tidak ada yang berani mengambil resiko dari keduanya.  Dan semua hipotesis saya pada tahun 2009 silam terbukti, dengan tidak adanya program berarti sebagai penggebrak negeri yang berhasil dicanangkan.
Dari sini, kita dapat melihat betapa kultur memengaruhi kesuksesan pemimpin negeri dalam pengambilan keputusan yang tepat dan dibutuhkan negeri. Bukan berarti rasis, saya sebagai penulis pun bersuku jawa asli. Tapi kadangkala kita memerlukan orang yang tepat untuk duduk pada kursi yang tepat. Tidak mungkin kan kita memberikan kursi balita pada orang dewasa? Karena intensitas isi dan bobot yang sudah berbeda. Jadi tempatkanlah dan manfaatkanlah seluruh mutiara yang tersebar dalam negeri untuk menjadi pemimpin yang berdedikasi tinggi di bumi Indonesia,tidak hanya mendahulukan suku etnis yang terkenal karena berada paling dekat dengan wilayah pusat pemerintahan.

2.     Sistem pemerintahan Versus Pelaku sistem pemerintahan

Dalam kacamata saya, sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem pemerintahan yang baik. Karena kita menggunakan sistem pemerintahan presidensial yang mana presiden mempunyai andil yang cukup kuat untuk negerinya, tetapi tetap dibatasi dan diawasi. Jadi presiden tidak bisa otoriter terhadap negaranya. Jika presiden tersebut melakukan kesalahan dan terbukti, maka presiden dapat dijatuhkan dari jabatan dan digantikan dengan wakil presiden. Sistem pemerintahan kita juga mencanangkan demokrasi bagi setiap warga negara, yang mana berarti tiap warga negara bebas menyampaikan pendapat dan aspirasi untuk terciptanya negeri yang lebih baik lagi. Tapi demokrasi ini tetap diawasi dan dibatasi, jadi bukanlah demokrasi bebas yang kebablasan.

Dari sistem yang saya jabarkan, bukankah Indonesia adalah negara dengan sistem pemerintahan yang baik bak surga dunia yang jika dijalankan dengan semestinya maka akan menumbuhkan negeri yang makmur dan teratur?
Namun, sistem yang baik ini harus diracuni dengan pelaku-pelaku sistem pemerintahan yang sama sekali tak mengelakkan dan mencanangkan sistem.
Pelaku-pelaku ini adalah pelaku lawas dari rezim orde lama, orde baru hingga reformasi. Mungkin pelakunya tak sama, tapi darah yang mengalir dalam tubuh pelaku-pelaku ini tetap darah yang sama pada masa orde lama dan orde baru. Yang mana pada masa itu praktik KKN terjadi dimana-mana. Disini, bukan sistem dan aparat keamanan ataupun idealisme sebagai mausia yang disalahkan. Tetapi pelaku lawas yang tak juga hengkang dari sistemlah yang mencarut-marutkan sistem pemerintahan negeri. Mereka merongrong kebijakan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, menyabotase pemilu menjadi settingan belaka. Merekalah yang berada dibalik layar yang patut untuk diselesaikan. Bukan curut-curut mungil bak cameo yang terus-menerus didera pernyataan publik. Caleg ini korupsi, bupati ini melakukan praktik KKN. Jika yang ditangani hanya para politisi atas yang mencakup hedonis, saya rasa negara ini akan terus terisi para calon-calon koruptor dan pelaku praktik KKN.Bukanlah daun,batang dan bunga yang seharusnya dipangkas mati. Selama ada akar,maka prakitk-praktik keji tersebut akan tetap berjalan. Melewati beberapa dekade dan abad-abad kelam pemerintahan Indonesia.

Bahkan jika seseorang yang idealis diterjunkan bebas dan ikut berpartisipasi dalam sistem pemerintahan Indonesia sekarang, siapa yang menjamin bahwa seseorang yang idealis itu akan berpegang teguh pada prinsipnya? Jika sistem dan pelaku terus-menerus mendesak, siapa yang menjamin seorang yang idealis bakal tetap melawan arus? Siapa?.
Maka dari itu, kebanyakan kita lihat bahwa orang-orang yang peduli dan mencoba mengatasi permasalahan negeri ini pun ikut jatuh terseret kedalam hotel rodeo. Entah karena kasus korupsi, praktik nepotisme, praktik kolusi atau karena terkena fitnah imbas settingan sadis para petinggi keji negeri. Siapa yang tahu?

Jadi, untuk menyelesaikan masalah inipun tak ada aling-aling dan tak ada cara lain selain bertindak tegas memangkas semua petinggi negeri yang menjabat. Lalu digantikan oleh pemuda-pemudi bangsa yang produktif dan memiliki prinsip idealisme tinggi. Baru, segala praktik KKN akan terhapus dari bumi kita tercinta ini.



Itulah selintas fakta dan hal unik yang saya temukan pada negeri kita ini. Kerusakan bukanlah mereka yang sudah tak percaya lagi pada para pemimpin bangsa,bukan pula mereka yang lebih memilih untuk menutup kelima panca indera. Tapi adalah mereka yang lebih memilih menikmati dan menonton dari jauh situasi negeri dan bertindak seperti sudah tidak peduli lagi.


Inderalaya, 14 Februari 2014
Perumahan Mutiara Indah 2
*aeririana*

Senin, 03 Februari 2014

about many story in my and our life

aaaakkk it has been a long time no post.
yah terakhir kali awal semester tiga kemaren sih emang. itupun gegara galau yang ga jelas banget.
nah di postingan kali ini gue akan marah-marah. *apabanget

gue mau marah seenggaknya dengan tiga cowok yang udah ngecewain temen gue.
cowok satu: kita sebut aja si bamong yang tebar janji palsu
nih cowok diatas gue setaun. yup kakak tingkat gue. satu daerahan sama kita orang. tapi sama-sama lahir tahun 94. orangnya bamong banget, ceriwis, kepo, absurd, meskipun gokil dan nganar anehnya. dan.. baik. yah harus gue akuin baik sih. mengingat dia udah banyak banget bantu gue dan temen2 gue. kasih es krim dan makanan untuk kami yang sedang kelaparan. nganterin kami kesana kemari jika sedang galau dan diujung deadline tugas.bahkan sama temen gue yg dia ga kenal. selalu jadi the best brotha waktu gue butuh saran dan keyakinan. mau bantuin gue waktu lagi susah jadi PJ TO SIA 2014. dan masukan, saran, ide, serta support utk acara yg bakal berlangsung. rela bantu naek2 kursi dan angkat2 kursi utk dekor stand,dll. yah gue ucapin makasih, makasih banget.
ceritanya, cowok bamong ini mau deketin temen sekosan gue yg udah kenal sm gue dari jaman baheula. dari sma. nah, awalnya gue emang ga yakin dengan cowok ini karena begitu banyaknya kabar simpang-siur yg beredar. katanya dia masih gantungan gitu sama mantannya, dan masih sayang sama mantannya yg notabene udah menjalani hubungan 2tahun. yah siapa sih yang mau liat bestfriendnya sedih,kecewa,dan sakit? apalagi gue emang udah ga percaya dan curiga sejak awal kemunculan dia di kehidupan semester tiga kami.
tapi, suatu saat temen gue yang dari bandung dateng ke palembang(ke kosan gue) untuk memenuhi misi biocita(semacem mapala mipa biologi upi) untuk nyeba undangan langsung ke sma2 yg ada di palembang. gue, dengan bego nya bilang iya2 aja. karena dia emang bestiest gue banget dari kelas 1 smp. dan ketika dia dateng,gue bingung jelasinnya kalo gue cuma tau beberapa sma doang yg di palembang. akhirnya gue pinjem motor si cowok bamong utk nganter undangan itu ke sma yg ada di indralaya(di deket kosan gue). waktu dikosan cowok bamong itu, gue pun iseng tanya2 dimana sma2 di palembang. diluar dugaan gue, ternyata si cowok bamong ini mau kepalembang buat kerumah sodaranya. dan dia nawarin utk nganterin temen gue. tapi temen gue gamau,dia maunya sama gue(ngalem banget ni bocah :P). akhirnya gue sm temen gue pun berangkat ke palembang. sesampainya disana, baru sekitar 2 sekolah kami jabanin. si cowok bamong ini nelpon gue waktu gue sm temen gue naek trans musi(semacem busway kalo di jakarta).
"hallo era, lu dimana?"
" hallo, iya gue lagi di TM knp kak?"
"lo jd nganter surat sm temen lo kaga?"
"oh iya, jadi kak. kenapa emang?"
"tujuan lo mau kemana sekarang?"
"gue mau ke sma tujuh belas(jubel) nih"
"yodah,gue tunggu di depan gerbang deket halte TM aja yak"
"okesip"

nah, disaat kritis capek,lelah,lesu,lunglai,lapar. cewek mana yg ga akan luluh kalo ada cowok yg bela2in nelp dengan no. beda yg mahal utk nawarin bantuan coba? that's it.
gue pun luluh dengan kebaikan si cowok bamong ini, sehingga akhirnya gue merestui dan meyakini dia buat deket sama temen sekosan gue. akhirnya temen gue yg dr bandung itu dianterin naek motor selama krg lebih 5jaman muter2 palembang utk nganter surat. dan gue. nunggu di warung pinggir jalan ngedengerin celoteh orang2 kecil yg susah cari uang. bantu2in bibik yang jual pulsa utk ngitungin laba.

dan waktupun berlalu, dia semakin baik ke gue dan temen2 gue dikosan, dia semakin deket sama temen kosan gue. sebenernya temen kosan gue itu emang kurang yakin dari awal sama si cowok bamong ini, tapi karena gue yakinin dengan kebaikan toh cowok bamong akhirnya diapun luluh.
saat temen gue udah percaya dan mulai nyaman sama cowok bamong, eh tiba-tiba ga ada ujan ga ada angin tuh cowok bamong dateng ke gue cerita kalo dia udh gabisa lagi deket sama temen kosan gue. dan alesannya karena dia masih kebayang mantannya.
WUT THE... !!!!!
sapa coba yang ga marah temen baeknya dijadiin sakit? siapaaaaa??? gue pun ngamuk. gue gamau buka obrolan sama tuh cowok bamong. temen gue pun kecewa, marah,sedih, yah pokoknya gitu deh. gue ngerti banget gimana keadaannya.
dari itu, gue sama temen sekosan gue itu udah agak luntur rasa percayanya ke para cowok masa kini yg cuma umbar janji.


cowok dua: kita sebut cowok sok polos yg menjebak
nah ceritanya cowok ini ngekos didepan kosan kita orang. dan dia emang udah ngedeketin temen sepermainan gue dari semester satu.
tapi karena sikapnya yg plintat plintut kaga jelas. kesana kemari kaya bebek yg bingung cari bini. dia juga ngedeketin temen sma gue, meskipun akhirnya ga jadi sama temen sma gue itu. udah santer banget kabarnya beerdar kalo dia itu cowok sok polos yang nyebar jaring kebanyak cewek. dan gue sebagai seorang temen yang baik mencoba untuk memperingatkan. tapi, karena emang dasar sih cowok banyak yg sok baik. dia pun memperlakukan kami(para temen sepermainan dikampus) baiiiiikkkk banget. sampe rela gue pinjem motornya seharian penuh buat urus the shit pkm's project. tanpa gue isi bensinnya. terus akhirnya kami jadi keseringan pinjem motor buat banyak hal. dan dia juga baik bgt sama kita2. gue juga lupa detilnya apa, yang jelas dia baik banget. jadi dari situ gue dan teman2 sepermainan lainnya pun percaya dan yakin. dengan serta merta kita orang pun mengusulkan cowok sok polos ini utk jd pasangan temen gue yang baikk banget hatinya kaya kapas yang ga pernah marah. akhirnya singkat kata mereka pun jadian.
dan sekarang temen gue ini setelah jadian sering galau dan ngeluh kalo cowok so polos ini sering marah, dan ga jelas,kaya bersikap menjauh. akhirnya gue pun melakukan investigasi.
ternyata saudara2, apa yg saya dapatkan?
he have affair with someone.
yah gue gatau sapa yah, yg jelas gue denger kabar itu dari beberapa orang. dan diperkuat dengan si cowok sok polos yg pernah salah kirim ke affair nya tapi malah dikirim ke temen gue yg baik hati itu. dan gue belum tau kabar terkininya lagi karena menurut cerita temen gue itu si cowok setiap diajak pergi ngomongin masalah itu pasti bilangnya udahlah gausah dibahas. *apa-apaan*
akhirnya sekarang tinggalah kami yg sering ngepo keadaan temen gue dan dengerin curcolan dia ketika galau menyerang. gue kasian banget, orang sebaik dia ga pantes gitu dapet orang macem si cowok sok polos.

cowok tiga: kita sebut aja si cowok melankolis yang licik
yah gue emang ga terlalu sering barengan sama cowok gebetan temen gue ini. karena temen gue ini kuliah di bandung, dan otomatis kita terpisah pulau dan komunikasi tentang sharinga dan penggalauan cuma dari chat/sms/telp/videocall an. tapi sebenernya gue pernah ketemu lama sih waktu gue liburan di bandung bulan juni tahun2013 silam. disaat itu si cowok melankolis ini jadi pioneer kami waktu melakukan perjalanan ngebolang ke pantai ujung genteng dan konservasi penyu pangumbahan. disana kami bawa tenda, kemah coiy. dan kami sampai di ujung genteng sekitar jam 8malam setelah perjalanan jauh yg kami tempuh dari kota bandung selama 14jam. dan malam itu,kitapun bekerja keras utk mendirikan tenda di pinggir pantai yg wushh anginnya badai dan diterpa badai hujan. bisa dibayangkan betapa miris dan susahnya dalam keadaan begitu kami mendirikan tenda? dan si cowok itu dengan kecenya berjiwa besar utk melepas bajunya menjadi lap tenda kami yg basah. dia juga tidur dipintu tenda yg diterpa hujan badai. yg pastinya bakal basah dan gabisa tidur. besoknya kami jalan hampir 9km ke pangumbahan utk bermalam disana dan ngeliat penyu bertelur,ngelepas tukik(anakpenyu) dan makan secara layak karena mengingat kami belum makan2an layak sejak tiba di ujung genteng. si cowok melankolis ini pembawaannya tenang,kalem,smart,bisa diandalkan,dan menurut gue terlalu jaim atau mungkin emang dari sononya becandaannya ga seheboh dan sebasingan kami. alhasil dia bilang kalo dibuat ukuran kejaiman gue berada dititik terendah ga terjaim diantara temen2 gue lainnya.yah gue sih udah biasa dibilang gitu, jadi gue stay cool aja. dari kebaikan itu, gue jd agak yakin sama si cowok ini. tapi malang pun datang,untung tak teraih. cowok ini buanyak banget penggemarnya. karna mungkin terlalu baik kesemua cewek dan memperlakukan semua cewek seolah putri(mungkin). sepulangnya dari pantai yg dimana disitu gue liat banget temen gue yg jaimnya lebay dan pendiem didepan org asing itu bisa deket dan nyaman banget disamping si cowok melankolis itu. gue pun sadar dan akhirnya menyetujui dia utk jalan ketahap yg lebih sama tuh cowok. eh gataunya, waktu gue balik. gue dapet telp temen gue itu nangis karena si cowok ini ngilang gitu aja minta break. ga kasih kabar,bahkan dikampus kalo ketemu ga tegur sapa. cowok macem apa. padahal temen gue udah nungguin tuh cowok difakultasnya berjam-jam. gimana ga marah gue. ga ada omongan dan ga ada hubungan. tiba-tiba ga ada. dan ketika temen gue mention di twit ga digape. waktu temen gue kepoin medsos nya si cowok gataunya cowok melankolis ini lagi deket sama beberapa cewek yg notabene emang suka sama tuh cowok. hati siapa yg ga hancur.. sedih banget gue, dan katanya kemaren mereka baikan dan deket lagi. baik banget temen gue masih mau nerima. kalo gue sih ogah. tapi kabar terkahir kemaren temen gue galau lagi karena tuh cowok ngilang lagi. sumpah yah ini cowok kaya hantu aja. kutu banget buat temen gue nangis.

yah dari beberapa cerita tragis temen2 gue itu gatau kenapa gue jadi takut berhubungan sama cowok, mungin karena gue udah ga percaya dan kecewa sama makhluk itu. jadi gue sebisa mungkin utk ga ketahap yg lebih dari temen sama semua cowok2 yg disekitar gue. karena sebenernya juga gue ngerasa bersalah udah ngeyakinin temen2 gue sm pilihannya, nyomblangin mereka. dll. padahal cowok itu jahat banget kemereka. sumpah gue nyesel banget. sesedih-sedihnya gue dan sesakit-sakitnya gue karena cowok gue lebih sedih dan sakit kalo ngeliat temen gue nangis gara-gara cowok. maafin gue yah kalo udah salah sama kalian. gue juga padahal udah ati-ati. tapi entah kenapa tetep aja kaya gitu kejadiannya. yang pasti gue buat postingan ini utk pembelajaran bagi diri gue sendiri aja sih biar ga terlalu percaya dan terlalu berharap sama cowok. dan sekarang meskipun gue lagi ga percaya sama cowok. jujur, gue lagi galau karena cowok. galaunya karena gue gatau sebenernya itu gue suka sama siapa dan rasa gue ke cowok itu cuma sekedar ke GR an, kagum,suka atau sayang gue gatau. yang jelas gue gamau stuck dititik galau, gue mau urus akademik sama organisasi gue aja. lebih bermanfaat dan mempunyai hasil yg jelas. sekian. :')